Media Cakrabuana
Foto Dokumentasi

Akibat Kebohongan Oknum Pecatan Kadus Desa Ranca Bango Kabupaten Subang,Hubungan Rekan Bisnis Hampir Berujung Di Jalur Hukum.

Editor : Ridho

Subang. Media Cakrabuana.com :

Akibat Kebohongan Oknum pecatan Kadus(Kepala Dusun)inisial(R)RW10 Desa Ranca Bango kecamatan patoek buesi kabupaten Subang,hubungan antara mitra bisnis yang bergerak jasa angkutan hampir berujung di jalur Hukum.

Perusahaan jasa angkutan yang merasa di bohongi dan bahkan di rugikan sangat murka kepada pihak rekan bisnis nya karena rencana dalam pengadaan unit angkutan bentuk kontrak tiba tiba batal tanpa alasan yang jelas.

Permasalahan ini berawal dari seorang rekanan (R)yang meminta untuk menyiapkan unit angkutan sebanyak delapan unit.

Kabar tersebut langsung di Terima rekanan pihak dari PO jasa angkutan setelah melakukan pertemuan di sekitar jalur lintas perbatasan kabupaten Karawang-Purwakarta Jawa Barat.

Dalam pertemuan di dapat hasil bahwa inisial(R)warga Dusun Gardu RW 10 RT 33ingin mengontrak Mobil sebanyak delapan unit untuk dia berikan kepada salah satu pabrik di kabupaten subang.

Buka Link YouTube :

https://youtube.com/channel/UC5umEiC7GS2mVIhBnzKUDag

 

Seterusnya untuk melakukan pertemuan berikutnya,oknum pecatan Kadus ini mengundang pihak Perusahaan (PO)yang rencana nya dan sesuai kesepakatan di hari sabtu (17/07)dengan syarat yang di ajukan oleh(R) kepada pihak PO untuk membawa satu unit kendaraan beserta company profile atau ke absahaan ijin trayek angkutan yang akan di tunjukkan kepada HRD perusahaan yang akan mengontrak kendaraan yang di peruntukkan untuk angkutan karyawan pabrik.

Atas persyaratan tersebut pihak Perusahaan(PO) menyanggupi,dengan persiapan yang matang atas permintaan(R)sampai pihak (PO)harus rela menunda traek salah satu unit yang masih beroperasi.

Setelah menunggu tiga hari kesepakatan, tiba-tiba tengah malam sekitar pukul 23.40di hari jum’at(R)mengirim kabar melalui pesan singkat aplikasi (WA)untuk membatalkan pertemuan dengan alasan pihak HRD di tugaskan mendadak keluar.

Mendapatkan kabar mendadak atas pembatalan pertemuan tentu pihak (PO) melalui rekanan nya merasa di bohongi.”belum terjadi kontrak sepenuhnya sudah membohong,atau jangan-jangan si(R) ini ada maksud jahat ke unit kendaraan yang akan di kontrak”komentar salah satu rekanan(PO).

Reporter Liputan :

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.