Media Cakrabuana
Foto Dokumentasi

Pilkades Desa Sukaramai Politik Kotor Panitia dan Pemenang No.1 Muhlisin Manipulasi Data dan DPT Perusak Demokrasi.

Editor : Ridho

Ketapang,Media Cakrabuana.com :

Terjadinya kecurangan dan ketidak-adilan terhadap sesama Insan yang lemah, dengan hadirnya yang berkuasa mempunyai pulus dan kekuasaan.

Rakyat miskin dan lemah acap terzolimi dan terkhianati sebagai korban kepentingan politik kotor sesaat.

Media Cakrabuana

Pasalnya berawal dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Dusun Sukaramai Desa Sukaramai Kec. Manis Mata Kab. Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) yang berlangsung ricuh pada Kamis (15/07/21).

Himpunan penelusuran Tim Media Rajawalinews (RN), Fakta terungkapnya saat pendataan dalam lingkungan RT, yang asli penduduk Desa Sukaramai ada yang hilang dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) hak warga setempat, fakta lain yang Bukan warga Desa setempat alias dari luar Desa Sukaramai terdaftar di DPT.

Media Cakrabuana

Pada awal dibentuknya panitia Pilkades yang diketuai Sahri Ramadan masyarakat sudah merasa janggal dan curiga, dalam waktu singkat itu juga dirubah ketua yang awal adalah Sahri Ramadan

Namun saat berjalannya Pilkades berubah secara tiba-tiba menjadi Ahmad Sukandar sebagai ketua Panitia Pilkades di Desa Sukaramai,

Hal tersebut  yang paling membingungkan lagi, yang bertugas dilapangan saat Pilkades sedang berjalan adalah Sahri Ramadan bukan Ahmad Sukandar.

Terindikasi kuat ada unsur permainan untuk memenangkan N0.1 Muhlisin dengan manipulasi Data dan menciptakan manajemen komplik, di saat saksi mempertanyakan adanya pencoblosan menggunakan KTP abal-Abal.

Media Cakrabuana

Ironisnya,Panitia Sahri Ramadan marah dan bentak saksi ”Duduk kamu, itu Hak dan wewenang Panitia,” kata Sahri Ramadan dengan wajah beringas membentak saksi.

Saat pemilihan di TPS berjalan ditemukan KTP (Kartu Tanda Penduduk) ganda alias Aspal (Asli namun Palsu), ada beberapa KTP memakai Data Alamat Desa Sukaramai, akan tapi ketika di cek N Ricek NIK KTP nya masuk di Kab. Sukamara Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat 4 saksi protes keras masalah adanya pemalsuan KTP dan Data tersebut dari pihak ketua panitia, BPD dan RT.3 Mahipal menyatakan sah karena di TPS itu hak panitia, terutama Ketua Panitianya saat itu Sahri Ramadan mengatakan ”Duduk kamu, itu adalah hak dan wewenang panitia” sehingga saksi tidak bisa bekata-kata lagi.

Pasalnya,Yang sangat disayangkan lagi, di saat pemilihan berlangsung petugas keamanan yang terdiri dari oknum polisi dan babinsa malah tidak berada ditempat, mereka di ajak makan ke Kabupaten tetangga yaitu Kab. Sukamara

Saat dalam Pemilihan Pilkades ditemani Pj. Kades “Andi Sutriadi” juga Kadus Batuarang “Dodi Iskandar” sehingga saat terjadi perkelahian di TPS tidak ada yang mengamankan.

Media Cakrabuana

Kericuhan dan protes dari saksi terjadi pada saat Sdri. Mety mencoblos dikarenakan Sdri. Mety yang merupakan adik ipar dari calon no.1 Muhlisin yang memenangkan pemilihan Kades tersebut

Mempunyai KTP ganda, yang mana KTP tersebut mempunyai NIK yang sama namun domisili yang berbeda, yang 1 di Desa Karta Mulya Kec. Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah dan yang 1 nya di Desa Suka Ramai Kec. Manis Mata Provinsi Kalimantan Barat, akan tetapi tetap disahkan oleh ketua panitia Sahri Rahmadan yang juga merupakan anggota BPD.

Pilkades di Dusun Sukaramai Desa Sukaramai Kec. Manis Mata Kab. Ketapang Kalbar telah melanggar Permendagri no. 112 Tahun 2014 tentang tata cara pemilihan Pilkades.

Seperti apa hukum menindak unsur pidana yang berada di depan mata agar masyarakat percaya kepada hukum yang berlaku.

Periksa aktor di balik Pilkades, terutama pemain manipulasi data Ketua Panitia, BPD,

Calon Kades yang menang Pilkades diduga melakukan perbuatan melawan hukum menciptakan huru-hara dan melakukan pembodohan terhadap warga setempat dalam pengkhianatan dan penzaliman hukum yang transparan dan akutanbel, periksa dan adili pelaku Perusak pesta demokrasi ajang kompetisi politik bagi masyarakat.

Media Cakrabuana

Pada momen pemimpin Desa selama 6 tahun sekali bentuk pesta Demokrasi yang telah di gelar di zaman now ini.

Tentang etika politik budaya Pilkades, Polemik perbedaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan Pilkades penuh kejanggalan dan pengkhianatan aturan, periksa dan adili ketua Panitia Pilkades dan calon no.urut 1 dengan aturan hukum dan UU yang berlaku.

Terpisah di Tegaskan tokoh warga setempat berinisial D,”Pemilihan Pilkades di Desa Sukaramai tidak benar, semua data DPT dan hak pilih warga setempat di manipulasi dengan gaya preman yang di ciptakan Panitia penyelenggara Pilkades yang terindikasi ada kepentingan untuk menciptakan manajemen komplik di Desa Sukaramai dengan Modus DPT abal-abal dari luar Desa setempat sengaja diciptakan untuk memenangkan salah satu calon no.urut 1 Muhlisin.’’ dengan kemenangan Manipulasi data DPT.

Akhirnya Berita ini diturunkan apa adanya,Bersambung ke edisi selanjutnya

Reporter Liputan(Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.