Media Cakrabuana
Foto Dokumentasi

10,1 Milyar Proyek RSUD SM Djamaludin.I Sukadana Tak Jelas “Kontraktor Dan Pengawas Asal Kerja”

Editor : Ridho

Sukadana-KKU,Media Cakrabuana.com :

Proyek pembangunan berskala besar, gedung milik Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Rumah Sakit Umum Daerah (KB RSUD). Proyek Program pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan upaya Kesehatan Masyarakat, Pembangunan Gedung RSUD tempat orang sakit dan berobat di Sukadana Kab. Kayong Utara (KKU) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terindikasi Proyek pembangunan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sultan Muhammad Djamaludin.I Sukadana-KKU untuk pemasangan Awal Pondasi Proyek RSUD Penancapan tiang pancang Tidak Jelas, yang mana Disinyalir Kuat dugaan Tidak masuk kedasar tanah yang keras hingga mentok.

Pasalnya Pihak kontraktor sebagai Pelaksana CV.SHULTAN GARNIDA No: Kontrak 602/004/SP-DAK.IGD/RSUD-I/2021 memotong Tiang Pancang tersebut yang mana sebagai Pondasi menentukan bangunan Gedung kuat atau tidaknya.

Terindikasi bilamana Tiang pancang sebagai Pondasi kekuatan bangunan tersebut di Potong tanpa memandang Spek dan teknis struktur bangunan yang rawan, bangunan akan tumbang dan amblas.

Media Cakrabuana

Kenapa kepala tiang pancang di saat penancapan tidak pecah, itu menandakan bahwa tiang pancang belum masuk ke dasar tanah dan tidak menyentuh ke tanah yang keras, seharusnya kepala tiang pancang di saat penancapan harus di hentak sampai tidak bisa dimasukkan dan pecah kepala tiang pancangnya bukannya di potong seperti yang ada tersebut, sehingga berdampak rawan akan kecelakaan terhadap Pasien dan Kru RSUD, karena dampak dari tidak kokoh dan kuat suatu bangunan Gedung akibat Tiang Pancang Beton Kedalaman 24 meter di Potong tanpa dasar yang jelas dan asal kerja, di mana tanggungjawab PPK sebagai pemilik Proyek RSUD asal Bangun dan asal potong tiang pancang sebagai paku Bumi yang merupakan syarat utama kokohnya bangunan.

Gedung RSUD Sukadana asal bangun tanpa ada pengawas dari Dinkes KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) sebagai pemilik proyek RSUD asal Bangun tersebut. fungsi dari tiang pancang sangat dibutuhkan, selain sebagai penopang agar kokohnya sebuah gedung.

Media Cakrabuana

RSUD SM Djamaludin 1 Sukadana-KKU disinyalir Asal Kerja, menghitung volume fungsi utama dari tiang pancang Bangunan Gedung adalah sebagai penyalur beban dari permukaan dasar tanah yang lembek dan lunak.

Maka dari itu, dengan adanya tiang pancang ini akan sangat membantu dalam mensingkronkan kondisi tanah sehingga bangunan secara pondasi akan sangat kokoh bisa mencapai ratusan tahun lamanya. Penggunaan tiang pancang menjadi sebuah pondasi yang digunakan sebagai penguat dan penahan beban bangunan bahkan sampai belasan lantai sekalipun.

Media Cakrabuana

Sangat Fatal dan disayangkan pihak Kontraktor Pelaksana CV. SHULTAN GARNIDA memotong tiang Pancang sebagai pondasi bangunan di sekian titik, tidak memandang keadaan tanah rawa serta tidak memandang desain pengadaan tiang pancang. Sungguh luarbiasa karena sudah terbiasa.

Tim Rajawalinews (RN) Investigasi ke objek Proyek RSUD Sukadana-KKU Rabu (22/09/21) di katakan Tim Pengawas Kegiataan lapangan sebut namanya E’en,‘’Kita tidak pakai cerucuk. Kita pakai tiang pancang beton dengan kedalaman 4x sambung tiang pancang, 1 batang panjang 6 meter ditancapkan 4 batang jadi panjang 24 meter dalamnya. Tiang pancang dari Ponti ada ga, dari Ketapang ada ga,” ujarnya E’en. Siapa PPK kita?…….

Siapa namanya saya lupa, di sini ada 4 paket dan 4 CV/PT kontraktor pelaksana, pengawas lapangan dan pengawas dari Dinas Tidak ada di tempat semua di luar kota, orang-orang teknisnya kita besok lusa kali datang pengawas teknis kita,”pungkas stap pengawas Proyek RSUD CV.SHULTAN GARNIDA E’en di kantor Direksi keetnya.

Media Cakrabuana
Pembangunan Daerah aliran dari keuangan Negara untuk sebuah pembangunan Gedung RSUD di Sukadana-KKU seyokyanya untuk di awasi super ketat, mengingat sumber pembangunan dari Keuangan Negara dari Pajak rakyat harus kembali ke rakyat.

Semoga Tokoh Putra Kalbar Bapak OSO dan Pak Gubernur Sutarmiji untuk menurunkan tim intelijen khusus audit pembangunan Gedung RSUD SM Djamaludin 1 Sukadana-KKU dan di sekian titik di Kalbar. Terhadap pembangunan yang terkesan Amburadull dari tahap Tender hingga Pelaksanaannya pengadaan satuan Barang/Jasa.

Agar pembangunan Daerah bisa berguna dan bermanfaat untuk menghindari Proyek Mark-Up dan proyek mangkrak tepat guna dan bermanfaat buat sesama insan manusia hingga sampai di akhir Zaman, awasi proyek Asal-asalan dan di laksanakan Pelaksana Kongkalikong bersama KPA-PPK tanpa ada pengawas dari kuasa pemilik proyek luarbiasa, satu objek lokasi RSUD ada 4 Paket proyek dan dikerjakan 4 Bendera pelaksana. Ada apa di balik semuanya? Astarpirullah Allazimm Wallahuu A’lam Bisshaawwab.

Reporter Liputan :

(Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.